Pentingnya Aqiqah untuk anak , Definisi, Manfaat , Hikmah,dan tata cara

Supaya beribadah kita diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala, jadi terkecuali Kemauan yang ikhlas, jadi kita harus juga melakukan beribadah sesuai sama tuntunan yang di sampaikan oleh Udwah serta Qudwah kita, Rasulallah Shalallahu Alaihi WaSallam.

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Aqiqah dikerjakan lantaran kelahiran bayi, jadi sembelihlah hewan serta hilangkanlah semuanya masalah darinya. ” (HR Bukhari)
“setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya (Hadist shahih kisah Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai’ serta Ibnu Majah). Tujuannya kalau lepasnya dia dari syaithon tergadai oleh aqiqahnya, seperti yang disebutkan oleh Ibnu Qoyyim. Imam Ahmad menyampaikan : Dia tergadai dari memberi syafaat untuk ke-2 orang tuanya (dengan aqiqahnya)

1. Arti Aqiqah
Aqiqah datang dari kata Aqq yang artinya memutus serta melubangi. Sedang menurut arti Syar’i. Aqiqah yaitu menyembelih kambing untuk anak yang baru di lahirkan pada hari yang ke tujuh dari kelahirannya.

2. Hukum Aqiqah
Terdapat banyak ketidaksamaan pendapat di kelompok Fuqaha dala, hal semacam ini. Beberapa ada yang memiliki pendapat harus, salah satunya : Hasan Basri, Al-Laits, Ibnu Sa’ad dan lain-lain. Tetapi, pendapat yang paling kuat yaitu Sunnah Mu’akkad. Pendapat ini di sampaikan oleh Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Ahmad dan lain-lain.

3. Saat Proses Aqiqah
Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya, ia disembelih (binatang) pada hari 7 (ke tujuh) dari kelahirannya, lantas diberi nama serta di cukurrambut kepalanya. ” HR Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dari Samirah.
Yaitu paling utama melakukan aqiqah pada hari ke tujuh (7) dari kelahiran sang anak. Tetapi bila tak dapat bisa di kerjakan pada hari keempat belas (14) atau ke dua puluh satu (21) atau saat ia dapat.

4. Jumlah Binatang Aqiqah
Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata : “Nabi sallaallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan supaya disembelihkan aqiqah dari anak lelaki dua ekor domba serta dari anak perempuan satu ekor”. Hadist sanadnya shahih kisah Imam Ahmad serta Asshabus Sunan.

Aisyah rodiyaallahu ‘anha berkata : ” Nabi sallaallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka supaya disembelihkan aqiqah dari anak lelaki dua ekor domba yang sebanding serta dari anak perempuan satu ekor”. Hadist Shahih kisah At Tirmidzi.

Diprioritaskan untuk anak lelaki dua ekor domba serta untuk perempuan satu ekor. Tetapi Rasulallah juga pernah mencontohkan mengaqiqah Hasan serta Husain dengan satu ekor domba :
Dari Ibnu Abbas radiyaallahu anhuma : “sesungguhnya Nabi sallaallahu ‘alaihi wa sallam meng aqiqahi Hasan serta Husain satu domba satu domba” (Hadist shahih kisah Abu Dawud serta Ibnu Al Jarud).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s