Waktu Pelaksanaan Aqiqah Setelah Lewatnya Hari Ketujuh

Adakah batasan saat untuk aqiqah? Apakah istri yang belum diaqiqahi oleh bapaknya dapat diaqiqahi suaminya sesaat bapaknya masihlah ada?

Pengertian Aqiqah

Yaitu penyembelihan kambing pada hari ketujuh dari kelahiran anak sebagai bentuk rasa sukur pada Allah swt atas anugrah anak baik lelaki atau perempuan. Aqiqah berdasar pada banyak hadits hukumnya sunnah muakkadah. Orang yang beraqiqah bisa saja mengundang rekanan serta tetangganya untuk makan-makan masakan aqiqah ini. bisa juga membagikannya mentah atau masak pada beberapa fakir miskin atau saudara-sadudaranya, tetangga, rekanan dsb. Banyak juga ulama yang melihat hal sekian ini sebagai kemampuan bahkan juga dilihat adalah sisi dari karakter ihsan (kebaikan).

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من ولد له ولد فأحب أن ينسك عن ولده فليفعل. رواه مالك في موطئه

Kalau rasulullah r bersabda : “siapa yang mempunyai anak serta menginginkan melaksanakan ibadah dengan menyembelih ternak atas kelahiran anak itu sebaiknya dia mengerjakan”. Kisah malik dalam al muwatha’.

عمروبنشعيبعنأبيهعنجدهقال 🙁 سئلرسولالله- صلىاللهعليهوسلم – عنالعقيقةفقال : لاأحبالعقوق،وكأنهكرهالاسم. فقالوا : يارسولاللهإنمانسألكعنأحدنايولدلهقال : منأحبمنكمأنينسكعنولدهفليفعلعنالغلامشاتانمكافئتانوعنالجاريةشاة) رواهأحمدوأبوداودوالنسائيوالحاكموالبيهقي،وقالالحاكم : صحيحالإسنادووافقهالذهبيوقالالشيخناصرالدينالألباني : حسنصحيح

قَالَرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَي�’هِوَسَلَّمَال�’غُلَامُمُر�’تَهَنٌبِعَقِيقَتِهِيُذ�’بَحُعَن�’هُيَو�’مَالسَّابِعِوَيُسَمَّىوَيُح�’لَقُرَأ�’سُهُ. رواهأحمدوأصحاب السننوصححهالترمذي.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Seorang anak lelaki itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, pada hari itu ia dinamakan serta dicukur rambutnya. ”

عنأمالمؤمنينعائشةرضياللهعنهاأنرسولاللهصلىاللهعليهوسلم،أمرهمأنيعقعنالغلامشاتانمكافئتان،وعنالجاريةشاة. رواهأحمد والترمذي وصححه

Rasulullah mengaqiqahi cucunya

عنابنعباسرضياللهعنهما : « أنالنبيصلىاللهعليهوسلمعقعنالحسنوالحسينكبشاكبشا » رَوَاهُأَبُودَاوُدَ, وَصَحَّحَهُاِب�’نُخُزَي�’مَةَ, وَاب�’نُاَل�’جَارُودِ, وَعَب�’دُاَل�’حَقّ وقالالنووي : رواهأبوداودبإسنادصحيح. وقالالألباني : وهذاإسنادصحيحعلىشرطالبخاري

ابنعباسالسابق 🙁 أنالرسول- صلىاللهعليهوسلم – عقعنالحسنوالحسينبكبشينكبشين) رواهالنسائيوقالالألباني : صحيح

Tanggungan mengaqiqahi, dari hadits-hadits diatas dapat dipahami kalau tanggungjawab aqiqah yaitu pada orangtua dan sebagainya ke atas. Lantaran sebenarnya aqiqah itu yaitu beribadah bentuk kesyukuran orangtua atas kelahiran anak. Bilamana orangtua tak mempunyai kecukupan untuk mengaqiqahi anaknya jadi terlepaslah ia untuk beraqiqah seperti yang dibicarakan di bagian setelah itu. Akan tetapi sebenarnya tanggungan aqiqah itu relatif leluasa meluas pada siapa yang memikul nafkah anak, bahkan juga dari orang lain meskipun yang memanglah digunakan untuk lakukan aqiqah anak yang berkaitan.

Saat Aqiqah

Berdasarkan hadis-hadits yang mengulas aqiqah, sebagai perjanjian ulama yaitu pada hari ketujuh adalah dianjurkannya untuk lakukan penyembelihan aqiqah, seperti yang dikerjakan oleh Rasulullah r pada al Hasan serta al Husain. Mengenai penyembelihan aqiqah di hari sebelumnya atau setelah hari ketujuh beberapa ulama tidak sama pendapat tentang permasalahan ini. Mengenai kelengkapan hadits Tirmidzi diatas yaitu seperti berikut :

قَالَرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَي�’هِوَسَلَّمَال�’غُلَامُمُر�’تَهَنٌبِعَقِيقَتِهِيُذ�’بَحُعَن�’هُيَو�’مَالسَّابِعِوَيُسَمَّىوَيُح�’لَقُرَأ�’سُهُحَدَّثَنَاال�’حَسَنُب�’نُعَلِيٍّال�’خَلَّالُحَدَّثَنَايَزِيدُب�’نُهَارُونَأَخ�’بَرَنَاسَعِيدُب�’نُأَبِيعَرُوبَةَعَن�’قَتَادَةَعَن�’ال�’حَسَنِعَن�’سَمُرَةَب�’نِجُن�’دَبٍعَن�’النَّبِيِّصَلَّىاللَّهُعَلَي�’هِوَسَلَّمَنَح�’وَهُقَالَأَبُوعِيسَىهَذَاحَدِيثٌحَسَنٌصَحِيحٌوَال�’عَمَلُعَلَىهَذَاعِن�’دَأَه�’لِال�’عِل�’مِيَس�’تَحِبُّونَأَن�’يُذ�’بَحَعَن�’ال�’غُلَامِال�’عَقِيقَةُيَو�’مَالسَّابِعِفَإِن�’لَم�’يَتَهَيَّأ�’يَو�’مَالسَّابِعِفَيَو�’مَالرَّابِعَعَشَرَفَإِن�’لَم�’يَتَهَيَّأ�’عُقَّعَن�’هُيَو�’مَحَادٍوَعِش�’رِينَوَقَالُوالَايُج�’زِئُفِيال�’عَقِيقَةِمِن�’الشَّاةِإِلَّامَايُج�’زِئُفِيال�’أُض�’حِيَّةِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Seorang anak lelaki itu tergadai dengan akikahnya yang disembelih pada hari ketujuh, pada hari itu ia dinamakan serta dicukur rambutnya. ” Sudah bercerita pada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal berkata, sudah bercerita pada kami Yazid bin Harun berkata, sudah menyampaikan kabar pada kami Sa’id bin Abu Arubah dari Qatadah dari Al Hasan dari Samurah bin Jundub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti dalam hadits itu. ” Abu Isa berkata ; “Hadits ini derajatnya hasan shahih. Serta jadi dasar amal menurut beberapa ulama`, mereka suka pada bila akikah untuk anak itu disembelih pada hari ke tujuh, bila belum ada pada hari ke tujuh jadi pada hari keempat belas, apabila belum ada jadi pada hari ke dua puluh satu. Mereka menyampaikan ; “kambing yang sah untuk disembelih dalam aqiqah yaitu kambing yang penuhi kreteria kurban”.

عنبريدةأنالنبيصلىاللهعليهوسلمقال : العقيقةتذبحلسبعأولأربععشرأولإحدىوعشرين. أخرجهالبيهقي

Dari Buraidah kalau Nabi Muhammad r bersabda : ” proses penyembelihan dalam aqiqah pada hari ketujuh atau hari keempat belas atau keduapuluh satu”. Diriwayatkan oleh al Baihaqi.

Hadits ini di kitab Shahihul Jami’ wa Ziyadatuhu no 4132 oleh al Albani dinilai shahih lantaran dhahirnya sanad dilihat sahih, tetapi dilihat cacat dalam kitab Irwa’ul Ghalilnya, Tetapi mengingat banyak hadits serta beragam pandangan ulama terdahulu tentang saat aqiqah ini, syeikh Nashirudin al Albani dalam fatwa di silsilah al hady wan nur termasuk juga yang memiliki pendapat bolehnya aqiqah seperti ini.

Pandangan Ulama : Saat Aqiqah

Fatwa Lajnah Daimah nomor 3116 (Abdul Aziz bin Baz, Abdur Razaq Afifi, Abdullah bin Ghadyan, Abdullah bin Qu’ud) mengatakan kalau aqiqah diannjurkan untuk orang yang mempunyai kelapangan harta untuk mengerjakannya miskipun lapangnya itu dalam periode satu tahun bahkan juga kian lebih satu tahun.
Menurut Abu dawud dalam (kitab al masail) : saya mendengar Abu Abdillah berkata ; ” Aqiqah itu menyembelihnya pada hari ke tujuh”).

Berkata Ibn Mundzir : “demikian ini menurut pendapat sebagian besar ulama, kami berikan apa yang kami terima dari mereka, sekian kisah yang di terima dari A’isyah umul mukminin. Seperti yang di sampaikan oleh imam Ahmad dalam kisah al Maimuni. Demikian halnya kata al Hasan al bashri serta Qatadah : ” diaqiqahi pada hari ke tujuh”.

Imam Nawawi berkata, ” sebagai sunnah yaitu penyembelihan aqiqah pada hari ke tujuh”.

Ibn Qudamah berkata, ” kami tak tahu ada ketidaksamaan pendapat di kelompok beberapa ulama tentang disyari’atkannya penyembelihan aqiqah disarankan pada hari ke tujuh, hal semacam ini bersumber dari hadits Samurah bin Jundab”.

Beberapa Ulama memiliki pendapat bisa mnyembelih aqiqah sebelumnya serta setelah hari ketujuh, umpamanya hari ketiga, ke lima, kesembilan dsb.
Ibnul Qayyim berkata, “ yang pasti batasan menyembelih pada hari ketujuh itu yaitu berbentuk saran, jadi apabila menyembelih aqiqah pada hari ke empat, kedelapan atau kesepuluh jadi yang sekian ini telah dilihat memenuhi, sebagai pokoknya yaitu menyembelih, bukanlah harinya untuk memasak atau mengonsumsi dagingnya”.

Ibn Qudamah berkata, ” bila menyebelihnya sebelumnya atau selanjutnya hal sekian ini dilihat telah cukup lantaran tujuannya telah tercapai…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s