Sejarah Asal Mula Ibadah Haji Dan Umroh

Walau demikian Rasulullah saw. memerintahkan beberapa teman dekat yang dapat, terlebih golongan Anshar (pribumi Madinah) yg tidak dikenali oleh beberapa orang Makkah, untuk menunaikan beribadah haji yang sesuai sama manasik Nabi Ibrahim serta tak kerjakan beberapa hal yang terkait dengan penyembahan berhala. Saat kembali dari berhaji, beberapa orang Anshar ini melapor pada Rasulullah kalau mereka kerjakan sa’i dengan kesangsian sebab di dalam mas`a (jalur sa`i) pada Safa serta Marwah ada dua berhala besar Asaf serta Na’ilah. Oleh karenanya, turunlah wahyu Allah, yakni Al-Baqarah 158 : Inna sh-shafa wa l-marwata min sya`a’iri l-Lah. Fa man hajja l-baita aw i`tamara fa la junaha `alayhi an yaththawwafa bi hima. Wa man tathawwa`a khairan fa inna l-Laha syakirun `alim (‘Sesungguhnya Safa serta Marwah beberapa dari syi`ar-syi`ar Allah. Jadi barangsiapa berhaji ke Baitullah atau bertandang (umrah), tak salah baginya untuk bolak-balik pada keduanya. Serta barangsiapa menaikkan kebaikan, jadi sebenarnya Allah Maha Pembalas Sukur lagi Maha Mengetahui’). Ayat ini nantinya kerap di baca oleh beberapa jemaah haji saat lakukan sa`i.
Pada bln. April 628 (Dzulqa`dah 6 Hijri) Rasulullah saw. punya mimpi menunaikan umrah (kunjungan) ke Makkah serta mengajak beberapa teman dekat untuk wujudkan mimpi itu. Rasulullah juga dengan dibarengi 1. 500 teman dekat pergi menuju Makkah, kenakan pakaian ihram serta membawa hewan-hewan qurban. Golongan musyrikin Quraisy mengerahkan pasukan untuk menghalang-halangi hingga rombongan dari Madinah tertahan di Hudaibiyah, 20 km di samping barat laut Makkah.

Golongan Quraisy mengutus Suhail ibn Amr untuk berunding dengan Rasulullah. Suhail mengusulkan, diantaranya, perjanjian genjatan senjata serta golongan Muslimin mesti tunda umrah dengan kembali pada Madinah, namun th. depan diberikan kebebasan lakukan umrah serta tinggal sepanjang tiga hari di Makkah. Rasulullah menyepakati kesepakatan ini walau beberapa teman dekat banyak yang kecewa, tetapi tak ada yang berani menentang ketentuan Junjungan mereka.

Sejarah Asal Mula Ibadah Haji Dan Umroh

Sekilas lantas isi kesepakatan nampaknya merugikan golongan Muslimin, namun dengan cara politis begitu untungkan. “Perjanjian Hudaibiyah” adalah satu diantara tonggak utama dalam histori Islam sebab untuk pertama kalinya golongan Quraisy di Makkah mengaku kedaulatan golongan Muslimin di Madinah. Dalam perjalanan pulang ke Madinah, turunlah wahyu Allah dalam Al-Fath 27 : “Sungguh Allah bakal penuhi mimpi rasul-Nya dengan sebenar-benarnya, kalau anda pastinya akan masuk Masjid al-Haram insya Allah dengan aman. Anda bakal mencukur kepalamu atau menggunting rambut (menyelesaikan umrah) dengan tak terasa takut. Dia tahu apa yg tidak anda kenali, serta Dia jadikan diluar itu kemenangan yang dekat”.

Sesuai sama Kesepakatan Hudaibiyah, th. selanjutnya (Maret 629 atau Dzulqa`dah 7 Hijri) Rasulullah saw. bersama beberapa teman dekat untuk pertama kalinya lakukan umrah ke Baitullah. Saat rombongan Nabi yang sejumlah sekira 2. 000 orang masuk pelataran Kakbah untuk lakukan tawaf, beberapa orang Makkah berkumpul melihat di bukit Qubais dengan berteriak-teriak kalau golongan Muslimin terlihat letih serta tentu tak kuat berkeliling tujuh putaran. Mendengar ejekan ini, Rasulullah bersabda pada jemaahnya, “Marilah kita perlihatkan pada mereka kalau kita kuat. Bahu kanan kita terbuka dari kain ihram, serta kita kerjakan thawaf dengan lari! ”

Setelah mencium Hajar Aswad, Rasulullah saw. serta beberapa teman dekat mengawali tawaf dengan berlari-lari melingkari Kakbah hingga beberapa pengejek pada akhirnya bubar. Pada putaran ke empat sesudah beberapa orang usil diatas bukit Qubais pergi, Rasulullah mengajak beberapa teman dekat berhenti lari serta jalan seperti umum. Berikut latar belakang sebagian sunah tawaf di masa datang : bahu kanan yang terbuka (idhthiba’) dan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama spesial pada tawaf yang pertama.

Usai tujuh putaran, Rasulullah saw. salat dua rakaat di Maqam Ibrahim, lalu minum air Zamzam. Setelah itu Rasulullah me-lakukan sa`i pada Safa serta Marwah, serta pada akhirnya lakukan tahallul (‘menghalalkan kembali’) atau membebaskan diri dari larangan-larangan ihram, dengan menyuruh Khirasy mencukur kepala beliau. Saat masuk saat duhur, Rasulullah saw. menyuruh Bilal ibn Rabah naik ke atap Kakbah untuk mengumandangkan azan.

Sebagian bln. setelah Rasulullah saw. berumrah, golongan Quraisy tidak mematuhi kesepakatan genjatan senjata hingga pada 20 Ramadan 8 Hijriah (11 Januari 630) Rasulullah saw. bersama sepuluh ribu pasukan mengalahkan Makkah tanpa ada pertumpahan darah. Bahkan juga, Rasulullah saw. memberi amnesti umum pada warga Makkah yang dulu memusuhi Muslimin. La tatsriba `alaykumu l-yaum. Yaghfiru l-Lahu lakum wa huwa arhamu r-rahimin (Tidak ada balas dendam bagimu hari ini. Mudah-mudahan Allah mengampuni kalian serta Dia Paling Penyayang diantara beberapa penyayang), sekian sabda Rasulullah saw. mengutip perkataan Nabi Yusuf a. s. yang terdaftar dalam Surat Yusuf 92. Mengakibatkan, semua orang Quraisy masuk Islam. Turunlah Surat An-Nasr : “Tatkala datang pertolongan Allah serta kemenangan, engkau lihat manusia masuk pada agama Allah bersama-sama. Sucikan serta pujilah Tuhanmu serta memohon ampunlah pada-Nya. Sebenarnya Dia Maha Penerima Taubat”. Sesudah terima ayat ini, Rasulullah pada ruku serta sujud dalam salat mengatakan Subhanaka llahumma rabbana wa bi hamdika, allahumma ghfirli (Maha Suci Engkau, Ya Allah, serta pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah daku).

Dengan jatuhnya kota Makkah ke tangan umat Islam, Rasulullah saw. selekasnya memerintahkan pemusnahan berhala-berhala di sekitar Kakbah dan bersihkan beribadah haji dari unsur-unsur kemusyrikan serta mengembalikannya pada syariat Nabi Ibrahim yang asli. Pada th. 8 Hijriah itu Rasulullah saw. lakukan umrah 2 x, yakni saat mengalahkan Makkah dan saat beliau pulang dari Perang Hunain. Ditambah dengan umrah th. terlebih dulu bermakna Rasulullah saw. pernah lakukan umrah tiga kali, sebelumnya beliau kerjakan beribadah haji th. 10 Hijriah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s