masjid yang terbesar di indonesia

Indonesia di kenal sebagai negara dengan populasi muslim paling besar didunia, menaklukkan negara-negara di Semenanjung Arab. Oleh karenanya, kehadiran masjid sebagai tempat ibadahnya juga tidak kalah banyak.

Di beberapa pelosok negeri ini dapat didapati masjid dari mulai yang besar hingga kecil. Menurut data dari Direktorat Jenderal Tuntunan Orang-orang (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), jumlah masjid per th. 2013 sejumlah 731. 096 bangunan.

Dari th. ke th., jumlah pertumbuhannya diprediksikan 20 %. Bila dikalkulasikan, jumlah masjid di Indonesia sampai 2016 ini meraih 1. 169. 753 masjid.

Dari satu juta lebih masjid itu, ada 10 masjid yang perlu Anda ketahui serta kunjungi karna statusnya sebagai yang paling besar, tertua, serta bahkan juga termegah.

Di bawah ini kesepuluh masjid itu.

1. Masjid Soko Tunggal

Soko tunggal adalah bhs Jawa yang bermakna satu pilar serta menceminkan cuma ada satu Tuhan, yaitu Allah SWT.

Masjid ini di bangun mulai sejak era ke 13 atau tepatnya pada th. 1288 di Purwokerto, Jawa Tengah. Uniknya, Masjid Soko Tunggal dikelilingi rimba pinus sebagai habitat kera di dalamnya.
Masjid Istiqlal

Bila Masjid Rahmatan Lil-Alamin yaitu masjid termegah, jadi Masjid Istiqlal yaitu yang paling besar di Indonesia serta bahkan juga di Asia Tenggara.

Masjid ini di bangun pada 1970 oleh presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno serta berada di DKI Jakarta.

4. Masjid Al-Akbar

Masjid Al-Akbar adalah masjid paling besar di Jawa Timur yang berada di Surabaya. Masjid ini bahkan juga jadi satu diantara yang paling besar di Indonesia.

Kekhasan dari masjid ini terdapat pada kubahnya. Kubah Masjid Al-Akbar dicat memakai warna hijau serta biru yang memberi hawa fresh di dalamnya.
Masjid Dian Al Mahri juga dikenal sebagai Masjid Kubah Emas karna keseluruhnya kubahnya terbuat dari emas.

Hal tersebut lalu bikin susunan untuk ritual beribadah ini jadi masjid pertama serta termahal karna emas yang ada di seantero kubahnya. Masjid Kubah Emas ada di Depok, Jawa Barat.

Advertisements

masjid terbesar di riau

Ada 6 masjid megah serta cantik di Indonesia, yang dimaksud dengan nama masjid agung, karna adalah masjid paling besar di wilayahnya serta jadi tempat evaluasi Islam. Satu diantaranya dalah masjid An-Nur Pekanbaru.

Untuk tahu apa serta bagaimana masjid-masjid agung nan canik itu, di bawah ini nama serta tempatnya.

1. Masjid Agung An Nur, Pekanbaru

Di Pekanbaru ada Masjid Agung An Nur. Masjid ini beralamat di Jalan Hang Tuah, dekat pusat kota. Masjid Agung An Nur juga disebut-sebut serupa seperti Taj Mahal yang ada di India.

Dari sisi halaman, Masjid Agung An Nur mempunyai kolam yang serupa dengan Taj Mahal. Bentuk menara masjidnya juga sama persis. Bila mengambil photo masjidnya dari depan kolam, tentu tidak lain jauh dengan potret Taj Mahal.

Masjid Agung An Nur didirikan pada th. 1968. Pernah direnovasi pada th. 2002, masjidnya saat ini dapat menyimpan 4. 500 jamaah dengan luas 12 hektar serta mempunyai tiga lantai. Lantai teratas untuk salat, bekasnya untuk bebrapa aktivitas keagamaan serta kantor pengurus masjid.

Masjid Agung An Nur yaitu masjid termegah di Riau sekalian tempat pusat aktivitas remaja mesjid se-Riau. Fasilitasnya komplit, dari taman yang luas, ruang untuk pembelajaraan Islam serta bhs Arab, perpustakaan serta tempat belajar untuk anak-anak.

2. Masjid Istiqlal, JakartaInilah masjid kebanggaan orang Indonesia, sekalian yang paling besar di Asia Tenggara. Berikut Masjid Istiqlal di Jakarta, seluas 9 hektar serta dapat menyimpan 200 ribu jamaah!

Masjid Istiqlal juga tidak dapat dilepaskan dari histori kemerdekaan bangsa. Awalannya masjid ini diprakasai oleh KH Wahid Hasyim serta Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam pada th. 1950-an. Sampai pada akhirnya Presiden Indonesia pertama, Soekarno turut turun tangan menolong pembuatan masjid serta pada akhirnya mulai dipakai pada th. 1978.

Menariknya lagi, arsitek Masjid Istiqlal yaitu seseorang Kristiani yang bernama Frederich Silaban. Walau demikian, setiap detail bangunan masjidnya tidak terlepas dari segalanya mengenai Islam seperti 12 pilar didalam masjid yang jadi lambang angka kelahiran nabi Muhammad SAW yakni 12 Rabiul Awal. Tinggi menaranya 66, 66 mtr. atau 6. 666 cm yang melambangkan jumlah ayat di Al Quran. Dan ada 7 pintu masuk, yang namanya di ambil dari Asmaul Husna yakni beberapa nama Allah.

Tamu-tamu besar negara juga meluangkan untuk datang ke Masjid Istiqlal dalam kunjungannya ke Indonesia. Jadi, Masjid Istiqlal yaitu gerbang beberapa pengunjung yang ingin lihat kehidupan umat muslim Indonesia.

Sebagian tamu besar negara yang pernah datang seperti Barack Obama, Presiden Amerika, Pangeran Charles dari Inggris serta Raja Faisal dari Arab Saudi. Di bln. Ramadan, Masjid Istiqlal juga tidak pernah sepi dari bermacam aktivitas untuk umat muslim. Dari aktivitas buka puasa berbarengan sampai itikaf, Anda dapat datang kesana untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

3. Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang
Masjid Agung Jawa Tengah diresmikan pada th. 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangunan masjid ini mengonsumsi saat lima th. serta bisa menyimpan sampai 15. 000 orang.

Masjid ini ada di Desa Sambirejo, Kecamatan Stylemsari, Kota Semarang, berjarak sekitaran 800 mtr. dari Jalan Arteri Soekarno-Hatta yang disebut jalan protokol. Masjid Agung Jawa Tengah mempunyai nilai-nilai filosofi umat Islam dalam tiap-tiap pojok bangunannya.

Dibagian depan ada bangunan dengan 25 pilar berarsitektur romawi. Pilar-pilar itu melambangkan jumlah Nabi yang dipercaya oleh umat muslim. Diluar itu, di pintu gerbang ada terdapat ukiran kaligrafi dua kalimat syahadat. Di dinding masjid juga ada lukisan-lukisan kaligrafi yang indah.

Di ruangan paling utama ada Al Quran dengan ukuran 145 cm x 95 cm. Al-Qur’an raksasa dengan tulisan tangan itu di buat oleh Hayatudin, seseorang pakar kaligrafi dari Kampus Sains serta Pengetahuan Al Quran dari Wonosobo, Jawa Tengah. Ada pula menara dengan ketinggian 99 mtr., yang di kenal dengan nama menara Asmaul Husna, 99 nama Allah yang mulia.

Kelebihan masjid ini yaitu memiliki 6 payung hidrolik raksasa yang dapat dibuka-tutup dengan cara automatis. Payung-payung ini adalah adopsi dari bangunan Masjid Nabawi di Madinah. Bila payung ini di buka bisa menyimpan sampai sepuluh ribu orang.

Payungnya yang sejumlah 6 juga melambangkan jumlah Rukun Iman. Tidak heran, bila Masjid Agung Jawa Tengah juga dikatakan sebagai Masjid Nabawi dari Semarang.

Masjid Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Indonesia yang mempunyai beberapa ribu pulau serta berbagai macam suku bangsa banyak mempunyai histori kebudayaan. Salah nya ialah histori kebudayaan islam serta peninggalannya. Dulu terdapat banyak kerajaan-kerajaan islam yang ada di Indonesia serta meninggalkan bangungan-bangungan bersejarah pada yang lain yaitu bangungan masjid.

Seperti ditulis Triptrus. com tersebut 10 masjid peninggalan histori yang ada di Indonesia.

1. Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid Raya Baiturrahman AcehMasjid bersejarah ini dibangung oleh Sultan Iskandar Muda pada th. 1612. Tetapi ada pula pendapat yang menyampaikan kalau masjid ini di bangun di th. 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Masji ini pernah di leburkan oleh Belanda di th. 1873, tetapi pada akhirnya Belanda mengambil keputusan untuk bangun kembali masjid ini di th. 1877. Itu dikerjakan sebagai keinginan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dikerjakan pada th. 1879. Masjid ini usai di bangun pada th. 1883 serta tetaplah berdiri sampai saat ini. Serta yang uniknya masjid ini tetaplah utuh ketika terjadinya bencana Tsunami di th. 2004 serta jadi tempat pengungsian pada saat itu.

Baca juga : 5 Masjid di Dunia yang Tetaplah Kokoh Walaupun Terserang Bencana Dahsyat

2. Masjid Raya Medan

Masjid Raya Medan
Masjid yang di bangun pada th. 1906 ini dikenal juga dengan nama Masjid Al-Mashun. Pembangunan masjid ini usai pada th. 1909 oleh Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam. Masjid ini demikian megah karna disengaja oleh Sultan. Beliau jadikan masjid ini mesti lebih megah dari istananya yakni Istana Maimun.

Bahan bangunan serta rancangan masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia serta Jerman, serta kaca patri dari Cina, serta lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang membuat masjid ini, JA Tingdeman membuat bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, serta Timur Tengah.

3. Masjid Raya Ganting Padang

Masjid Raya Ganting Padang
Menurut histori pembangunan masjid ini pada th. 1700. Serta bangunannya sudah sekian kali dipindahkan hingga selanjutnya ada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai th. 1805.

Jenis atap masjid ini berupa persegi delapan serta di buat oleh beberapa pekerja etnis Cina yang dulu menolong meningkatkan bangunan ini, sesudah Belanda memberikan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Sama juga dengan masjid baiturahman yang ada di Aceh, masjid ini dapat tetaplah kokoh waktu dirundung gempa serta Tsunami di th. 1833. Masji ini sempat juga jadi tempat pengungsian Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno sebelumnya diasingkan ke Bengkulu di th. 1942.

4. Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid istiqlal adalah masjid paling besar di Asia Tenggara. Pembangunannya diprakarsai oleh Bung Karno pada th. 1951 dengan rancangan arsiteki Frederich Silaban. Pembangungan baru mulai pada th. 1961 serta menyelesaikan pembangunannya pada th. 1978. Nama masjid ini di ambil dari bhs Arab yang bermakna “Kemerdekaan. ”

Sekarang ini masjid negara Indonesia ini jadi pusat perayaan beragam acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, serta Isra’ Mi’raj. Kemampuan penampungan masjid ini bisa menyimpan sampai 200 ribu jamaah dari satu lantai basic serta lima lantai di atasnya. Masjid Istiqlal di bangun diatas sisa reruntuhan benteng Prins Frederik benteng punya penjajah belanda yang didirikan di th. 1873.

Masjid Peninggalan Kerajaan Islam Indonesia

Kesempatan ini saya bakal memaparkan peninggalan histori islam di Indonesia yakni masjid-nya yang mungkin saja rujukan wisata untuk kalian semuanya. mungkin saja telah banyak yang tau atau telah pernah mengunjunginya, silakan simak artikel ini untuk mengingatkan wawasan anda.

1. Masjid Raya Baiturrahman – Banda Aceh

 

Sebelumnya di bangun kembali masjid raya Baiturrahman adalah peninggalan kerajaan aceh pada era 15 M, terdapat dijatung kota ibukota propinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya dikota Banda Aceh. Pada saat Belanda menyerang kota Banda Aceh pada th. 1873, masjid ini dibakar, lalu pada th. 1875 Belanda bangun kembali satu masjid sebagai penggantinya. Menurut rujukan yang saya baca kubah masjid raya ini sejumlah 7 Buah. Masjid ini adalah satu diantara masjid yang terindah di Indonesia yang mempunyai bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas serta merasa begitu sejuk jika ada didalam ruang masjid itu. Serta tahukah kamu? saat gempa serta tsunami (26 Desember 2004) yang menghancurkan beberapa Aceh, mesjid ini selamat tanpa ada rusaknya yang bermakna serta banyak warga kota yang selamat disini, subhanallah.

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Masjid Agung Banten – Banten

 

Masjid Agung Banten yaitu satu diantara masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai histori. Banyak loh beberapa peziarah yang datang, tidak cuma dari banten serta jawa barat, namun banyak pula dari daerah di pulau jawa. Sebagai ciri khas Masjid Agung Banten ini yaitu atap bangunan yang bertumpuk lima serupa dengan pagoda china yang di desain oleh Tjek Ban Tjut. selain itu ada pula menarah setinggi 24 mtr. yang terbuat dari batu bata dengan anak buah tangga sejumlah 83. Dulu, terkecuali dipakai sebagai tempat mengumandangkan adzan, menara ini dapat dipakai sebagai tempat menaruh senjata. Serta satu informasi lagi, di masjid ini ada kompleks pemakaman beberapa sultan-sultan.

 

 

3. Masjid Cirebon – Jawa Barat
Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau juga dikenal sebagai Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon yaitu satu masjid yang terdapat didalam kompleks Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Masjid dengan ciri khas yang terdapat pada atapnya yg tidak mempunyai kemuncakk atap seperti yang umum didapati pada atap masjid-masjid di Pulau Jawa. Orang-orang Cirebon tempo dahulu terbagi dalam beragam etnik. Hal semacam ini bisa diliat pada arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang menggabungkan style Demak, Majapahit, serta Cirebon.

 

4. Masjid Kudus – Jawa Tengah
Masjid Menara Kudus (dimaksud dengan juga Masjid Al Aqsa serta Masjid Al Manar) yaitu satu mesjid yang di bangun oleh Sunan Kudus pada th. 1549 Masehi atau th. 956 Hijriah dengan memakai batu Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini terdapat di desa Kauman, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pastinya masjid ini mempunya ciri khas yakni menara yang sama atau serupa bangunan candi, serta tahukah anda kalau mesjid ini yaitu kombinasi pada budaya Islam dengan budaya hindu. Serta untuk menyongsong bln. ramadan umumnya masjid ini jadi pusat keramaian pada festival dhandhangan. untuk yang belum tau festival ini ini saya kasih linknya. click

 

5. Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak yaitu satu diantara mesjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terdapat di desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Konon tuturnya masjid ini jadikan tempat berkumpul beberapa wali yang menebarkan agama islam dipulau jawa. Masjid ini didirikan oleh Raden Patah yakni raja pertama kesultana Demak berbarengan beberapa wali. Apasih sebagai daya tarik dari masjid ini, beberapa hingga masjid Agung Demak dicalonkan untuk jadi Website warisan Dunia UNESCO th. 1995? Masjid ini memiliki bangunan-bangunan induk serta serambi. Bangunan induk mempunyai empat tiang paling utama yang dimaksud saka guru. Satu diantara tiang paling utama itu konon datang dari serpihan-serpihan kayu, hingga dinamakan saka tatal. Bangunan serambi adalah bangunan terbuka. Atapnya berupa limas yang ditopang delapan tiang yang dimaksud Saka Majapahit. Atap limas Masjid terbagi dalam tiga sisi yang melukiskan ; (1) Iman, (2) Islam, serta (3) Ihsan. Di Masjid ini dapat ada “Pintu Bledeg”, memiliki kandungan candra sengkala, yang bisa di baca Naga Mulat Salira Wani, dengan arti th. 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H. Didalam tempat kompleks Masjid Agung Demak, ada banyak makam raja-raja Kesultanan Demak serta beberapa abdinya. Di kompleks ini dapat ada Museum Masjid Agung Demak, yang diisi beragam hal tentang kisah Masjid Agung Demak.

Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu

Apabila anda pernah menbaca histori Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai yang populer dengan perlawanannya pada penjajah Belanda dalam perang Paderi, beliau yaitu tokoh pejuang era ke XIX yang datang dari daerah yang saat ini jadi Kabupaten Rokan Hulu. Pada saat itu daerah Rokan Hulu masih tetap sisi dari lokasi Minangkabau dibawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung. Sesudah jatuhnya Benteng Bonjol serta penangkapan pada Tuanku Imam Bonjol pada th. 1837, jadi perjuangan golongan Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Sebagai panglima paling akhir yang masih tetap tersisa berbarengan sisa laskar Paderi bertahan di benteng paling akhir golongan Paderi di daerah Dalu-Dalu Rokan Hulu. Benteng ini juga pada akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada th. 1838 sesudah digempur sepanjang nyaris 1 th.. Dengan jatuhnya benteng itu, selesailah masa Perang Paderi di semua lokasi kebiasaan Minangkabau.

Rokan Hulu ini tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Rokan di Rokan IV Koto pada era ke-18. Daerah ini ada juga Kerajaan Rambah serta Tambusai. Ke-2 nama ini nantinya diabadikan jadi nama Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu. Pada masanya kerajaan-kerajaan ini pernah alami keemasan. Pemerintah Penjajahan Belanda di Indonesia lalu jadikan kota Pasir Pengarayan yang saat ini jadi ibukota kabupaten Rokan Hulu sebagai kewedanaan. Sesudah Indonesia merdeka, lokasi Rokan Hulu dimasukkan kedalam lokasi kabupaten Kampar dengan ibukotanya di Pekanbaru berdasar pada Surat Ketentuan Gubernur Militer Sumatera Tengah tanggal 9 November 1949 Nomor 10/GM/STE/49.

Lewat Ketentuan Menteri Dalam Negeri Nomor 821. 26. 525, tanggal 26 Mei 1997 Rokan Hulu jadi lokasi kerja Pembantu Bupati Kampar Lokasi I. lalu berdasar pada Undang Undang Nomor 53 th. 1999 tanggal 4 Oktober 1999 Rokan Hulu dengan cara resmi jadi Kabupaten Otonom serta diresmikan oleh pemerintah sebagai Kabupaten Rokan Hulu dengan ibu kota Pasir Pengarayan. Lalu diperkuat lagi dengan Ketentuan Mahkamah Konstitusi No. 010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004 yang jadikan Desa Tandun, Desa Aliantan, serta Desa Kabun sebagai sisi dari Kabupaten Rokan Hulu. Dalam hubungannya dengan agama Islam serta sufisme, kata suluk bermakna meniti jalan (spiritual) untuk menuju Allah. Meniti jalan suluk (bersuluk) meliputi satu disiplin seumur hidup dalam melakukan sebagian ketentuan eksoteris agama Islam (syariat) sekalian sebagian ketentuan esoteris agama Islam (inti). Ber-suluk juga meliputi keinginan untuk Mengetahui Diri, Mengerti Esensi Kehidupan, Pencarian Tuhan, serta Pencarian Kebenaran Sejati (ilahiyyah), lewat penempaan diri seumur hidup dengan lakukan syariat lahiriah sekalian syariat batiniah untuk meraih kesucian hati untuk mengetahui diri serta Tuhan, Kata suluk datang dari terminologi Al-Qur’an, Fasluki, dalam Surat An-Nahl 16 ayat 69, Fasluki subula rabbiki zululan, yang artinya Serta tempuhlah jalan Rabb-mu yang sudah dimudahkan (bagimu). Kata suluk umumnya terkait dengan tasawuf, tarekat serta sufisme. Di Rokan Hulu ada surau-surau suluk yang banyak, oleh karena itu Rokan Hulu di kenal dengan julukan ” Negeri Seribu Suluk ”

MAMIC Rohul

Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu (MAMIC Rohul) atau umum juga dikatakan sebagai Masjid Agung Madani Pasir Pengaraian yaitu Masjid Agung sekalian Islamic Center Kabupaten Rokan Hulu, propinsi Riau. Pembangunan-nya digagas oleh Bupati Rokan Hulu Drs. H. Achmad, M. Si, serta jadi ikon Kabupaten Rokan Hulu. Pembangunan MAMIC Rokan Hulu diawali pada Th. 2008, serta diresmikan pemakaiannya pada hari Jumat Tanggal 25 Syaban 1431 H, bertepatan dengan 06 Agustus 2010 M oleh Bupati Rokan Hulu Drs. H. Achmad, M. Si. Dengan mendatangkan Ustadz populer, Dai Sejuta umat KH. Zainuddin MZ yang melakukan tindakan sebagai Khatib pada Sholat Jumat waktu itu.

manfaat kurma yg jarang anda tahu

Buah kurma begitu sama dengan Bln. Ramadan.
Buah ini disarankan untuk dikonsumsi waktu berbuka puasa karna faedah yang dikandungnya.
Diambil dari beragam sumber terdapat beberapa faedah kurma untuk kesehatan juga keselamatan manusia.
Tersebut 7 faedah kurma yang diterangkan menurut hadist, diantaranya :
1. Menelan 7 buah kurma bisa mencegah toksin serta sihir
Dalam Shahih Buhari serta Muslim, diriwayatan oleh Saad bin Abi Waqash, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda ‘Barangsiapa konsumsi kurma Ajwah saat pagi hari, jadi pada hari itu ia akan tidak terserang toksin atau sihir’.
Ajwah adalah satu diantara type kurma yang datang dari Madinah, di kenal jadi kurma Hijaz yang paling baik dari semua macamnya. Memiliki bentuk bagus, padat serta agak keras, tetapi termasuk juga kurma yang paling lezat, harum serta empuk. Umumnya bila anda survey ke pasar, dia mempunyai harga yang tertinggi di antara yang beda.
2. Kurma Ajwa datang dari surga serta bisa menyembuhkan toksin
Seperti sabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : ” Kurma ‘Ajwah itu datang dari Surga, ia yaitu obat dari toksin “. HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih.

kisah dalam sejarah makkah

Bismillah. Semua apa yang baik ambillah jadi tauladan. Semua yang tidak baik buat tidak layan k. ; p
2 hari terlepas selepas Solat Zohor saya, mak serta adik berjanji untuk makan tghari dengan. Itula hari pertama kami anak beranak merasa pertama kalinya dengan. Bila tidak harus dgn rakan-rakan mak atau dgn rakan-rakan saya. Kami berjanji nak ke Masjidil Haram pas jam 10 pagi serta mak dan adik cuma juga akan balik selepas solat isyak. Teratur saya juga cuma ke Masjidil Haram solat Subuh jam 3. 30 pg serta balik hotel jam 6 pg, jam 11 jalan awal mulanya ke masjid utk Zohor jam 12. 15 serta Asar jam 3. 30 ptg. Terlepas tu saya juga akan balik mandi serta pergi balik kesana utk Maghrib jam 6. 20 petang serta Isyak 7. 30 petang sebelumnya balik jam 9 mlm. Balik tidur serta lagi awal mulanya seperti umum tetapi bila ada kelas serta ceramah oleh Tabung Haji.
Menu tghari itu agak special iaitu nasi briyani ayam panggang. Ini pertama kalinya saya konsumsi makanan luar selama ada di sini. Bila tidak konsumsi makanan tabung haji yang agak enak juga. Maka dari itu saya makan dengan selamba nasi briyani yang sesungguhnya portion dia untuk 2-3 org. Banyak pula saya makan hingga kenyang tidak ingat. Adik comel saya sukai usik saya kata dia bila pak arab tgk saya makan harus diorang kata ‘Aku arab ke Mamat Malaysia tu yang sekali lagi arab dari aku’. Heh..
Hingga saat Asar kami bersolat serta seperti umum saya nak segera balik sebab jarak jalan kaki dari hotel ke masjid kurang lebih 20-30 minit. Sekali lagi juga saat tu saya sakit perut nak buang air besar. Makan banyak begitu mungkin saja ditambah dengan irisan limau kasturi dengan Pepsi besar gedabak. Lagila merasa urgency tu. Dari ruangan dalam masjid ke pintu gerbang King Fahd yaitu jaraknya 300 mtr.. Takdela jauh sgt namun manusia bersesak-sesak nak keluar pd saat yang sama. Saya berjaya hingga ke pintu gerbang serta buka uncang kasut lalu selalu gunakan serta mengambil langkah pulang. Tetapi saya ternampak seseorang makcik ni yg saya perasan dari barusan senyum ke arah saya. Saya senyum awal mulanya serta ke arah hotel saya sebelumnya makcik tu datang bertanyakan di mana Bukit Safar?.

Saya jawab ada samping dalam masjid makcik. Saya bertanya dia asal dari tempat mana serta datang dengan siapa. Dia jawab dia dari Thailand serta datang dengan pakcik. Tuturnya pakcik tunggulah dia di Bukit Safar. Serta dia suruh saya perlihatkan jalan kesana.
Ah… perut saya dah mula memulas kuat ni. Namun saya cekalkan hati tahan sebab saya taknak cerita tasbih kayu koka saya berlangsung sekali lagi. Saya fikir ini sangkaan Allah kat atas saya sekali lagi ni. Saya katakan pada makcik tu yang dia terkena turut langkah saya serta janganlah terpisah dengan saya. Sebab saya nak masuk awal mulanya ke masjid serta meredah arus. Saya pernah bertanya yang dia dah buat tawaf belum juga. Dia senyum serta kata Alhamdulillah telah. Pakcik tunggulah dia di Bukit Safar. Itu je la yg dia asik lagi. Gusar jadinya hati saya. Jgn kau histeria serta mengilai kat sini telah.
Dari terlalu jauh saya dah terlihat manusia mula bertawaf keliling Kaaba semakin ramai. Ah telah, hanya satu jalan nak kesana saat ini yaitu lewat ruangan tawaf di Kaaba serta selalu ke susur keluar Masa’a. Saya toleh saksikan makcik tu yang memanglah jernih mukanya yang segera tidak terlihat resah seperti org kehilangan suami. Saat tu saya juicet nak setelkan masalah makcik ini dahulu secepat mungkin saja sebelumnya bergegas ke hotel utk sudahkan masalah saya. Sebabkan makcik tu dah tawaf saya katakan kepadanya agar rapat ngan saya sebab tubuh saya agak besar serta bisa buka jalan buat dia yang cuma bersaiz kecil. Dalam hati saya bila tersentuh juga atau terbatal wuduk juga tidak kenapa sebab saie tidak diharuskan berwuduk seperti tawaf.
Makcik sedia ye. Jom turut saya. Satu persatu tubuh manusia saya elak, saya tolak sedikit saya buka jalan akan ke Kaaba. Kadang-kadang saya toleh belakang, makcik tu selalu senyum. Dalam hati saya terdetik siapa sesungguhnya makcik ni?. Hingga nyaris ke Kaaba makcik tu bertanya saya dalam loghat Kelantan dia, itu orang tawaf kan nak. Saya angguk sembari saya cakap ini hanya satu jalan nak ke Bukit Safar. Saya tidak senang hati sebabkan dia bertanya pasal orang bertawaf barusan. Saya bertanya sekali lagi untuk confirmkan adakah dia dah buat tawaf? berapakah pusingan? dsb. Bila tidak saya nekad saya juga akan bawa makcik ni tawaf umrah sembari saya kemauan tawaf sunat.
Lagi dia senyum serta angguk. Telah nak, makcik dah pusing 7 kali. Ok, bila jenis tu kita selalu ke Bukit Safar. Perut lagi jadi sangkaan. Terlihat stylenya saya buang air besar kat tandas masjidla jawabnya. Hingga ke susur Masa’a. Saya terlihat ada beberapa kumpulan jemaah Thailand baru turun serta saya menginginkan ada pada mereka yang kenal makcik ni serta tolong bawanya pada pakcik.
Berlalu himpunan barusan jenis tu je. Saya toleh saya bertanya makcik ok ke tidak?, nak berhenti minum air Zam Zam tidak? Takpe tuturnya. Pakcik dah lama tunggulah. Ok bila gitu jom, dah nak dekat hingga.
Lagi ada jemaah Thailand turun serta seseorang juga dari nyaris 20 orang tidak kenal makcik ni. Saya tgk makcik ni atas bawah. Kain ihramnya (telekung) takde bendera atau tulisan Thailand jenis yang himpunan barusan. Beg doa juga takde, memanglah berlenggang terlihat stylenya. Oleh sebab dah nak hingga saya di tegur makcik dari belakang. ‘Nak, terima kasih nak. Mudah-mudahan Allah yang balas budi baik anak’. Berderau darah saya.
Saya tidak bisa bereaksi saat itu. Namun yang pasti saya nak bawa dia jumpa pakcik depan mata kepala saya. Takpe makcik saya bawakan hingga ke pakcik. Kat mana pakcik tunggulah? Kali ni makcik ni bertegas namun lembut yang perkhidmatan saya hingga di sini sahaja.
Saya akur tetapi saya nak jugak saksikan muka pakcik tu mcm mana. Saya selalu cermati makcik itu mengambil langkah masuk ke celah-celah jemaah Turki, Indonesia, China, India, Pakistan serta ada tidak mat saleh dari Amerika serta Britain nampaknya tanpa ada berkedip mata meskipun. Sehinggalah Allah mendetikkan saya untuk saksikan jam telah jam berapakah. Saya saksikan jam serta sebentar saya tersedar saya terleka dari pandangan saya ke arah makcik tu, saya cepat-cepat melihat pas ke tempat dia jalan.