ini dia Persiapan Ibadah Umroh Sesuai Sunnah Rasulullah

Beribadah umroh yang dimaksud haji kecil ini bisa dikerjakan setiap saat, terkecuali pada hari Arafah yakni tgl 10 Zulhijjah serta hari-hari Tasyrik yakni tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah. Tetapi untuk sekarang ini mengingat besarnya jamaah haji jadi jadwal beribadah umroh dibatasi. Spesial bln. Zulqaidah-Zulhijjah-Muharam tidak di keluarkan visa umroh. Hal semacam ini dikerjakan pemerintah Saudi untuk tingkatkan service pada jamaah haji sepanjang lakukan beribadah haji.

Ketidaksamaan Beribadah Umroh dengan Beribadah Haji

Beribadah umroh Risalah Madina Travel
Beribadah umroh Risalah Madina Travel
Ketidaksamaan beribadah umroh dengan beribadah haji yaitu pada saat serta tempat proses beribadah. Umroh bisa dikerjakan setiap saat, sehari-hari, tiap-tiap bln., tiap-tiap th., terkecuali beberapa saat yang dilarang, diawali dengan berihrom serta kemauan dari tempat miqot yang diputuskan serta lakukan thawaf, sa’i dan tahalul di Masjidil Haram.

Sedang beribadah haji cuma bisa dikerjakan pada sekian waktu pada tanggal 1 Syawal sampai 13 Dzulhijjah. Sesaat proses beribadah haji sendiri yaitu mulai 8 Dzulhijjah sampai 12 Dzulhijjah. Pengerjaannya diawali dengan berihrom serta kemauan dari tempat miqot yang diputuskan, wukuf di Padang Arofah, mabit atau bermalam di Muzdalifah, melepar jumrah serta mabit di Mina, dan ditutup dengan thawaf ifadhoh di Masjidil Haram. Proses beribadah umroh dapat berdiri dengan sendiri, tetapi beribadah haji mesti dibarengi beribadah umroh. Baik dengan Haji Ifrad, Haji Qiran, ataupun Haji Tamattu.

Jadi tempat dalam lakukan beribadah haji serta umroh juga berlainan. Memanglah keduanya ada persamaan, umpamanya dalam soal miqat (tempat pertama kalinya mengatakan kemauan haji/umroh). Juga karna lakukan beribadah yang sama yakni thawaf serta sa’i jadi tempatnya juga sama, yakni di Mekah. Tetapi untuk umroh tak ada syariat wukuf serta mabit hingga tidak dibutuhkan pergi ke Arafah, Mina serta Muzdalifah. Dalam beribadah haji ke-3 tempat itu harus dikunjungi karna termasuk juga rukun serta harus haji.

Dari sisi bentuk atau type beribadah ada juga ketidaksamaan. Beribadah umroh cuma lakukan ihram serta kemauan, thawaf, sa’i dan tahallul. Yaitu bila sudah usai sa’i jadi lakukan tahallul dengan menggunting rambut atau mencukur gundul. Disamping itu beribadah haji yaitu beribadah umroh (ihram serta kemauan, thawaf, sa’i dan tahallul) ditambah dengan wukuf di Arafah, mabit (tinggal/tinggal) di muzdalifah serta melempar jumroh dan mabit di Mina.

Dengan hal tersebut terang bedanya pada haji serta umroh. Jadi, inti prosesi beribadah haji yaitu wukuf di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah selepas matahari tergelincir hingga magrib. Jika hal tersebut tidak dikerjakan jadi seorang tidak bisa disebutkan telah berhaji. Sedang beribadah umroh dasarnya cuma lakukan thawaf serta sa’i. Keduanya didahului dengan menggunakan baju ihram di miqat (tempat) yang sudah ditetapkan serta disudahi dengan tahallul (bercukur).

Jadi untuk seseorang calon jamaah umroh serta haji, perlu ia mesti ketahui apakah itu beribadah haji, apakah itu beribadah umroh. Calon jemaah umroh serta haji mesti dapat membedakan bebrapa beribadah mana yang termasuk juga haji serta mana yang termasuk juga umroh.

 

Hukum Beribadah Umroh

 

Thawaf dalam menggerakkan rukun umroh
Thawaf dalam menggerakkan rukun umroh
Dalam mengambil keputusan problem ini ada khilaf (silang pendapat) diantara beberapa ulama. Ulama Malikiyah serta umumnya ulama Hanafiyah memiliki pendapat kalau umroh itu sunnah muakkad, yakni umroh sekali seumur hidup.

Sedang beberapa ulama Hanafiyah yang lain memiliki pendapat kalau umroh itu harus sekali seumur hidup karna menurut arti mereka sunnah muakkad itu harus.

Pendapat yang paling kuat dari Imam Syafi’i, juga jadi pendapat ulama Hambali kalau hukum umroh itu harus sekali seumur hidup.

Imam Ahmad sendiri memiliki pendapat kalau umroh tidak harus untuk masyarakat Makkah karna rukun-rukun umroh yang paling penting yaitu thowaf keliling Ka’bah. Mereka, masyarakat Makkah, seringkali lakukan hal semacam ini, jadi itu telah memenuhi mereka.

Ulama Hanafiyah serta Malikiyah berdalil kalau umroh itu hukumnya sunnah dengan dalil seperti berikut :

Hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tanya tentang ‘umroh, harus atau mungkin sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak. Bila engkau berumroh jadi itu afdhol. ” (HR. Tirmidzi no. 931, sanad hadits ini dinilai dho’if seperti kata Syaikh Al Albani)

Hadits Tholhah bin ‘Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, “Haji itu jihad serta ‘umroh itu tathowwu’ (disarankan). ” (HR. Ibnu Majah no. 2989, hadits ini dinilai dho’if seperti kata Syaikh Al Albani)

Sedang ulama Syafi’iyah serta Hambali memiliki pendapat kalau umroh itu harus sekali seumur hidup dengan argumen firman Allah Ta’ala,

“Dan sempurnakanlah beribadah haji serta ‘umrah karna Allah. ” (QS. Al Baqarah : 196).

Maksud ayat ini yaitu sempurnakanlah ke-2 beribadah itu. Dalil ini memakai kata perintah, hal tersebut tunjukkan akan wajibnya haji serta umroh.

Juga dalil yang lain yaitu,
Dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga harus berjihad? ” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia harus berjihad tidak ada peperangan di dalamnya, yakni dengan haji serta ‘umroh. ” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih seperti kata Syaikh Al Albani).

Bila wanita saja diharuskan umroh karenanya yaitu jihad untuk wanita muslimah, lalu bagaimana dengan pria?

Pendapat yang terkuat dalam hal semacam ini, umroh itu harus untuk yang dapat sekali seumur hidup. Sedang pendapat yang menyebutkan hukumnya sunnah (mu’akkad) berdalil dengan dalil yang lemah (dho’if) hingga tidak dapat jadikan hujjah. Jadi untuk yang dapat, sekali seumur hidup berusahalah tunaikan umroh. Tetapi perlu untuk diketahui kalau beribadah umroh ini dapat segera dikerjakan dengan beribadah haji yakni lewat cara lakukan haji dengan tamattu’ atau qiran. Karna dalam haji tamattu’ serta haji qiran telah ada umroh di dalamnya. Sesaat untuk umroh-umroh selanjutnya yaitu sunnah.

 

Jamaaumroh Risalah Madina di Masjid Nabawi
Jamaaumroh Risalah Madina di Masjid Nabawi
Beribadah umroh tidak dibebankan pada semua golongan muslimin. Cuma yang dapat saja, yang dalam arti agama dimaksud dengan istitha’ah. Pengertian dapat yaitu dapat dengan fisik, yakni sehat serta kuat. Seperti kita kenali beribadah umroh beberapa besar yaitu beribadah fisik hingga dibutuhkan fisik yang kuat untuk yang akan melakukannya. Terkecuali fisik, rohani harus juga siap. Seseorang calon jamaah umroh mesti ketahui serta mengerti manasik umroh sesuai sama tuntunan Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, serta fikirannya tengah tidak terganggu karna perjalanan yang dikerjakan cukup jauh serta berat, dan dengan banyak jamaah beda.

Terkecuali jasmani serta rohani, seseorang calon jamaah umroh mesti dapat dengan ekonomi, berarti dapat membayar cost perjalanan beribadah umroh yang di tawarkan oleh biro-biro travel haji serta umroh. Menurut irit kami, untuk sekarang ini Paket Umroh paling murah yang aman yaitu di kisaran harga US$1. 500. Hingga apabila ada penawaran dari travel umroh yang berani jual paket umroh dengan cost di bawah US$1. 500 butuh hati-hati. Calon jamaah umroh baiknya tidak tergiur dengan penawaran harga yg tidak realistis. Supaya dibelakang hari tidak kecewa serta rugi.

Didalam fiqih juga dijelaskan kalau seorang tidak dapat disebutkan dapat bila yang digunakan cost perjalanan beribadah umroh yaitu modal intinya keseharian yang jika digunakan di kuatirkan akan memperoleh kemudharatan untuk diri serta keluarganya. Umpamanya berumroh atau haji dengan jual tempat tinggal rumah hanya satu hingga saat pulang ia serta keluarganya tidak miliki rumah. Atau berumroh atau haji dengan jual tempat sawahnya yang sampai kini menghidupi keluarganya hingga saat pulang ia tidak miliki pekerjaan sekali lagi. Diluar itu, untuk seseorang kepala keluarga, yang disebut dapat termasuk juga cost hidup untuk mereka yang ditinggalkan di tanah air sepanjang berumroh serta haji. Jangan pernah ia serta istri pergi umroh namun anak-anaknya di tanah air tidak tertangani karna tidak ditempati cost hidup.

Hal perlu sekali lagi yaitu problem keamanan. Bila semuanya kekuatan telah dipunyai tetapi keamanan menuju Tanah Suci tidak terjamin jadi tak ada keharusan untuk dianya untuk menunaikan beribadah umroh. Juga aman untuk keluarga yang ditinggalkan di tanah air sebagai tanggung jawabnya. Jadi, seseorang yang diharuskan berumroh yaitu orang yang dapat dengan fisik, rohani, ekonomi serta keamanan.